ANTV

Hi, hampir 3 bulan ngga nulis disini. Padahal sampai niat langganan premium WordPress supaya bisa upload photo dan video di postingan gue. Well, Daripada mubazir, kali ini gue mau berbagi tentang salah satu project gue di ANTV ketika mereka mau Rebranding logo, sekitar tahun 2013.

Rebranding, Menurut buku yang pernah gue baca dulu waktu kuliah, Rebrandnig adalah upaya yang dilakukan oleh perusahaan atau lembaga untuk mengubah total atau memperbaharui sebuah brand yang sudah ada supaya jadi terlihat lebih baik dengan tidak mengabaikan tujuan awal sebuah perusahaan tersebut. Pendeknya Rebranding itu ya “penciptaan brand image” secara mendasar dan tentunya harus lebih baik (dan keren!) dong yaa.

Rebranding itu salah satu strategi pemasaran juga dimana yang mengalami perubahan ngga cuma dari nama perusahaan aja, tapi mulai dari logo, tagline, simbol atau design bahkan kalau warna nya berubah juga ya disebutnya Rebranding.

Nah, gue lupa tepatnya ini tahun berapa. Tapi, waktu itu Creative Brief nya adalah gue harus buat promo teaser menuju acara HUT ANTV yang ke (sekian) dengan konsep “make over” karena kita mengambil angle “make over” dalam Rebranding ANTV saat itu, oh iya kalau ngga salah inget, mereka sempat kepingin berubah menjadi TV Female. Maka dari itu, gue berinsiatif untuk bikin promo teaser dengan 3 konsep cerita dibawah ini ;

Versi Male & Kids. : Talent by Jim Models Jakarta

Versi Fashion Designer : Talent by Jim Models Jakarta

 

Versi Make Up : Talent by Jim Models Jakarta

 

Hello, Viva La Vida ANTV.

Next postingan lanjut bahas promosi on air lagi yah..

Advertisements

Uang vs Waktu.

Beberapa waktu ini, emang ngga sedikit pikiran gue mulai terganggu. Antara harus berdamai sama diri sendiri atau gue harus melawan diri sendiri. Karena bukan hal mudah, untuk melakukan sebuah perubahan karena kebiasaan.

Kalau kita perhatikan di sekeliling kita, banyak sekali orang yang berniat untuk melakukan perubahan diri untuk memiliki kebiasaan lebih baik, melakukan hal-hal tertentu yang lebih positif atau merubah dirinya agar lebih efektif,  namun masih aja terhambat realisasinya. Banyak memiliki rencana yang hebat, visioner tapi sebatas wacana. Punya keinginan “ini itu”, tapi selalu beralasan “itu ini”. Ingin mempelajari sesuatu tapi masih memiliki kebiasaan menunda atau menemukan pekerjaan yang lebih sesuai dengan potensi diri tapi ngga terealisasi juga karena kesibukan atau alasan lainnya.

Processed with VSCO with e5 preset

hohohoho

Langkah pertama untuk merubah cara berpikir adalah dengan memiliki kebiasaan kesadaran terhadap situasi yang dihadapi dan tidak lagi selalu dalam kondisi auto pilot dalam menjalani kehidupannya. Seringkali orang tidak berubah karena adanya kenyamanan atau comfort zone sehingga tidak merasa penting dan mendesak untuk berubah. Kesadaran ini perlu dimunculkan karena kondisi nyaman tersebut seringkali semu, padahal di sisi lain dunia senantiasa berubah dan biasanya kecepatan perubahannya jauh lebih cepat! Pada suatu saat, kondisi comfort zone tersebut akan berlalu dan akhirnya tinggal kesiapan menghadapi perubahan yang riil itu.

Semua ini mulai menghanttui pikiran gue, ketika temen gue nyeletuk sambil asik seruput kopi : Kerjaan mah ga ada habisnya, Bay.  Di hidup, uang kurang bisa dicari, mau dapet banyak uang ya lo mesti kerja keras. Nah, Kerja keras kan juga punya resiko, waktu. Nah, lo gabisa balikin waktu atau nyari tambahan waktu” 

DANG! waktu dia ngomong gitu, gue sambil minum kopi juga, dan ga lama gue merem melek mencoba mencerna dan mendalami setiap kalimat yang keluar dari mulut sembarangan tapi banyak bener nya juga. SHIT! what am i doing in my life? 

Thank you 30, welcome 31 part I

2017-12-19 23:57:39.348

Sekarang dikamar sudah menunjukan pukul 3 pagi, belakangan ini tidur larut hampir jadi kebiasaan tiap hari. Sehabis nonton film Pirates Of Somalia di salah satu website streaming terkemuka dan kirim email materi TVC ke klien, gue masih belum ngantuk juga, jadilah gue buka website ini dan merencanakan untuk nulis. Gue ngga tau apa yang bikin gue susah tidur akhir-akhir ini, apa karena pekerjaan, kehidupan pribadi, keuangan (#ehgimana #curcol) atau karena pikiran yang selalu lalu lalang di kepala dan memaksa gue untuk terus memikirkan sesuatu yang ngga semestinya gue pikirin di malam hari atau terlampau serius padahal yang dipikirin pun belum tentu mikirin. #kusut

2017-12-20 03:56:12.431

Pencapaian. Ini satu kata yang menjadi momok besar dalam hidup gue menjelang meninggalkan usia 30. Berat rasanya, atau lebih tepatnya SAKRAL. Gue bersyukur terlahir menjadi manusia yang susah puas. Bukan cuma dalam hal pekerjaan atau kurang puas jatah makan all you can eat di salah satu restaurant yang makan nya dikasih waktu, tapi sama diri sendiri pun masih susah banget kompromi untuk merasa puas. Pencapaian buat gue definisi nya luas dan banyak banget. Sebagai anak sulung laki laki di keluarga, wajib hukum nya punya pencapaian untuk di raih semata mata bukan cuma bikin hidup elo bermakna untuk orang lain tapi juga untuk diri elo sendiri tentunya.

Keberhasilan bukan apa yang sudah kita raih dibandingin dengan apa yang sudah orang lain raih. Tapi apa yang sudah kita raih dibandingan dengan apa lagi yang seharusnya masih bisa kita raih. Dalam hidup ini, kita bukan berkompetisi dengan orang lain kok tapi justru ujung ujungnya kita berkompetisi sama diri sendiri. Ohiya benar juga kalau ada yang bilang gini :

“Yee begok lo Bay, kita perlu lah berkompetisi sama orang lain supaya kita tau tolak ukur diri sendiri” atau 

“Namanya kompetisi ya mesti ada lawan nya lah, kalau sendiri mah namanya solo karir keleus..” 

Tapi maksut gue disini adalah, Pertandingan yang sesungguhnya dimulai ketika elo berusaha mengalahkan rekor pencapaian elo yang sekarang dengan rekor rekor baru yang seharusnya bisa elo kejar. Ketika di sangkutpautkan dengan yang namanya Pencapaian, disitu elo sedang berkompetisi sama diri sendiri. Elo yang tau titik “kemenangan” elo, karena elo juga yang buat standart untuk diri sendiri. #yakan?. Ini sedikit curhat beberapa ukuran pencapaian yang gue pikirin menjelang umur 31 dan dadah dadah sama umur 30.

  • Pencapaian yang bikin diri gue lebih baik.

Menjadi lebih baik menunjukan bahwa ada peningkatan dan kemajuan dalam hidup gue. Keadaan statis atau stagnan adalah keadaan terburuk dalam kehidupan, menurut gue yaa. Contohnya (agak banyak nih.. gapapa deh gue jelasin satu satu yaa.. ) Kerjaan yang gitu gitu aja, weekend di kostan nonton Netflix sambil pesen makan dari Go Food dan kejadian ini berlangsung selama 2 kali weekend berturut turut, pergi ke Mall itu itu lagi dan yang dilakuin cuma PPD aka Pegang Pegang Doang (ini sih bokek namanya yaa), Dengerin musik dan playlist yang itu itu lagi, nongkrong yang diobrolin hal yang sama dan ga ada perkembangan, bisnis yang mandek ditengah jalan, pertemanan yang nge gosipin hal yang sama selama berbulan bulan, muka yang gini gini aja padahal udah pake skincare segala rupa (part ini lebih ke muka stabil yang gabisa berubah sih ya, yaudalaya) Dan banyak hal lain yang berasa basi, gitu gitu aja, gini gini amat, gitu mulu.. you name it lah. Dan ini yang selalu gue pikirin tiap hari, mikirin gimana caranya supaya sebisa mungkin gue selalu punya cerita baru atau ilmu baru yang bisa gue dapetin, dari mana aja. Apapun itu.

  • Pencapaian yang mengembangkan potensi dan skill.

Tanpa gue sadarin, ketika gue sedang berusaha untuk meraih sesuatu biasanya pencapaian tersebut diikuti oleh pengembangan potensi & skill. Ini jelas banget, hal yang selalu gue pikirin, rencanain, jalanin dan mikirin lagi setelahnya setiap hari dikantor. Di usia gue yang 30 tahun ini, alhamdulillah pekerjaan bisa dibilang membanggakan, setidaknya buat diri gue sendiri. Sedikit cerita, waktu pertama kali gue kerja jadi assistant producer tahun 2008, gue pernah nulis notes yang isinya mimpi dan prediksi 5 tahun kedepan gue mau jadi apa. Disitu gue nulis, “Jadi Supervisor di umur 30 Tahun” (Cetek atau tinggi ya cita cita gue ini?)

Sebenernya masih banyak yang mau gue tulis disini, tapi ternyata si ngantuk dateng juga. Hampir jam 4 subuh, susu hangat berhasil bikin pikiran dan mata lemes setelah tentunya pakai printilan skincare malam yang rutin gue jalanin 4 tahun belakangan. Yaa walaupun hasilnya tetep gini gini aja muka gue, namanya usaha..

Lanjut di postingan berikutnya ya.. untuk nulis tentang Pencapaian berikutnya dan kesimpulan singkat versi gue menjalani hidup selama 3o tahun. Hal pertama yang harus gue lakuin adalah dengan bersykur karena masih dikasih kesempatan hidup sampai hari ini.

Selamat tidur 😮

2017-12-20 03:55:29.818

#365HariMenulis

Tahun lalu, waktu saya masih punya blogspot, disitu saya membuat postingan untuk #365harimenulis. Bukan sedang ikut kampanye berbayar, tapi sekedar tantangan untuk diri sendiri supaya bisa berkarya lebih rajin dalam menulis, sekaligus mencoba mengembangkan diri mempertajam keterampilan bermain dengan kata kata.

Berjalan dua bulan semua itu menjadi kegiatan menyenangkan yang terpaksa saya lakukan, demi berkembang. Tapi kenyataan nya, semua itu hanya bertahan 6 bulan. Tidak terlintas untuk jadi seorang penulis, blogger atau apalah sebutannya. Saya tidak ingin hari saya habis dan terbuang begitu saja tanpa menghasilkan karya atau tidak mendapat ilmu baru, pikir saya waktu itu. Setidaknya, ada yang berguna untuk saya atau orang lain. Ternyata itu bukan hal mudah. Bukan karena saya sibuk dikantor sehingga saya tidak punya cukup waktu, bukan juga karena selalu pulang malam yang membuat saya terlalu lelah untuk menulis. Itu semua mungkin jawaban egois saya, ketika menyalahkan pihak luar untuk menutupi kegagalan saya. Pendeknya, sebagian dari kira mungkin kerap menyalahkan banyak hal diluar diri kita. Padahal, persoalan terbesarnya justru terdapat dalam diri kita sendiri.

Musuh terbesar kita sebenarnya adalah pikiran kita sendiri. Pikiran negatif. Ketika pikiran negatif muncul untuk menguasai akal pikiran, disitu semua bencana bermulai, menurut saya. Ketika sedang mengalami kesulitan, pikirannegatif mulai merajalela bekerja mengeluarkan pikiran pipkiran busuk dan buruk, mencari pembenaran, dan berujung pada sebuah asumsi dan penilaian bahkan penghakiman. Dalam kondisi seperti itu, banyak sekali muntahan – muntahan kalimat pembenaran, sarkastik dengan nada mulai meninggi dan menyindir yang mungkin hanya membuat kita merasa “senang” sementara karena memuaskan hawa nafsu atau ego diri sendiri yang sebenarnya kita tahu, itu tidak akan mengubah hidup kita menjadi lebih baik.

 

KREATIF Part I – Apa itu Kreatif

“If we adopt the same collaborative mindset and practices that got to the moon and back, and that built the International Space Station, we can alleviate poverty–and do much more.”
― Astronaut Ron Garan 

Ya, buat kamu yang belum tahu, industri kreatif itu punya banyak subsektor. Ada periklanan, arsitektur, penerbitan dan percetakan, TV dan radio, pasar barang seni, musik, kerajinan, fashion, kuliner, riset dan pengembangan, aplikasi dan software, desain, permainan interaktif (game), seni pertunjukan, serta video, film, dan fotografi.

Capek juga ngetiknya. Banyak lohh ternyata, ada lima belas. Dan subsektor-subsektor ini saling terhubung.

Anto Motulz, seorang creative director yang udah punya segudang pengalaman di berbagai bidang kreatif, pernah menulis suatu blog post berjudul Rahasia Ekonomi Kreatif yaitu Berani Berkolaborasi. Di tulisannya, Motulz bilang kalau di Indonesia, masih banyak pekerja kreatif yang belum berani berkolaborasi, dalam arti mengerjakan satu proyek–yang seharusnya adalah proyek kolaboratif–sendiri. Ini kata Motulz:

“…saya masih sering menjumpai seorang animator yang untuk membuat karakter tokoh, konsep visual, art directing, bahkan sampai penulisan cerita pun.. harus dia yang mengerjakan. Alasannya? Karena dia yang merasa paling paham konsep di balik animasi yang akan dibuatnya.”

Nah sebelum lebih jauh bahas tentang issue yang sekarang memang sedang jadi sorotan, yaitu tentang Kolaborasi, saya mau coba jelaskan beberapa hal, pendapat atau fakta yang bisa menggambarkan sedikit tentang APA ITU KREATIF ? sebelum nantinya di postingan selanjutnya, saya mencoba lagi membahas tentang APA ITU KARYA KREATIF, SIAPA ITU PEKERJA KREATIF, GIMANA CARA BERFIKIR KREATIF sampai JAM KERJA ANAK KREATIF, menurut pandangan saya. Tertarik?

Kita mulai dulu dari Apa itu Kreatif?

Creative Mind

Apa itu Kreatif?

Kata “Kreatif” merupakan kata yang berasal dari bahasa Inggris To Create, yang merupakan singkatan dari : Combine (menggabungkan)–penggabungan suatu hal dengan hal lain; Reverse (membalik)–membalikan beberapa bagian atau proses; Eliminate (menghilangkan)–menghilangkan beberapa bagian; Alternatif (kemungkinan)–menggunakan cara, dengan yang lain.; Twist (memutar)–memutarkan sesuatu dengan ikatan; Elaborate (memerinci)–memerinci atau menambah sesuatu. #azeekkyahh

Ketika kamu mendengar kata kreatif atau kreativitas, apa yang tergambar atau terbayang dalam benak kamu? Sebagian dari kita mungkin membayangkan para seniman. Tapi, pada kenyataannya kreatif dan kreativitas jauh lebih baik dan luas dari yang kita bayangkan.
Kreatif berarti mempunyai kreativitas, yakni kemampuan untuk menciptakan sesuatu. Hal itu yang membedakan manusia dengan makhluk Tuhan lainnya. Kreativitas merupakan naluri yang terdapat sejak lahir. Olehnya itu, setiap manusia pada dasarnya juga kreatif. Namun, hanya diperlukan suatu usaha manusia tersebut dalam mengembangkan kreativitasnya. Jangan pernah terucap di lisan ataupun terlintas di pikiran kamu “Gue kan ngga kreatif”.NEVER. 
Kalau kamu googling, dan ketik “apa itu kreatif” pasti dijamin banyak banget penjelasan dari berbagai orang tentang pengertian Kreatif itu sendiri, tapi menurut saya. Kreatif itu adalah ini :

“kreatif adalah orang yang dapat berpikir secara sintesis, artinya dapat melihat hubungan-hubungan dimana orang lain tidak mampu melihatnya – yang mempunyai kemampuan untuk menganalisis ide-idenya sendiri serta mengevaluasi nilai ataupun kualitas karya pribadinya – mampu menterjemahkan teori dan hal hal yang abstrak ke dalam ide praktis – juga berfikir dalam menyelesaikan masalah. Kreativitas adalah kemampuan orang untuk membuat perbedaan. Kemampuan untuk Berani, berani mencoba, dan berani salah. “

Teman-teman saya sering bilang “lo kan kreatif, Bay – gue mah engga” – dan kalimat itu lama lama menjadi momok yang menyebalkan, ketika situasinya sudah tidak lagi kondusif dan diluar konteks. #apasih ; Yaa Misalnya pada saat acara ulang tahun sahabat, karena semua teman teman saya tidak punya ide untuk membuat acara surprise, semua mata tertuju ke saya (ngga punya ide sama males mikir beda tipis sih ya) – kemudian mengatakan : “Ngapain nih? ide dong Bay, lo kreatif” – Ada lagi “Baju gue bolong kena rokok, diapain ya Bay, lo kan kreatif” – “Ngga ada talenan di apartment gue, pake apa ajalah buat jadi alas motong sayur nya, lo kan kreatif Bay” dan situasi absurd lainnya.

Sudah hampir 9 tahun saya bekerja di Industri yang menuntut saya menggunakan naluri, insting atau sifat Kreatif untuk membantu pekerjaan saya, mulai dari membuat konsep, membuat script, editing video, bahkan sampai memilih gambar, audio dan yang terpenting adalah ketika menghadapi permasalahan dalam bekerja, problem solving. Problem Solving dalam pekerjaan adalah salah satu contoh kasus besar yang memerlukan kreatifitas tingkat tinggi, menurut saya. Saya mau banget bahas beberapa kasus problem solving selama saya bekerja di Industri, kalian juga boleh ikut bercerita kok.

Banyak hal yang membuat saya sampai hari ini “betah” bekerja di Industri Media. Awalnya, saya kira ini semata mata hanya karena skill yang saya miliki, sampai saya mulai menyadari, ini Passion saya.

Pernah dengar kalimat “bekerja senikmat bernafas” ? – kira kira begitu penggambaran asiknya berproses kreatif. Let’s start think in a creative way.

Selamat hari Minggu 🙂

see you on the next post KREATIF Part II – Bekerja karena hobi yang dibayar atau Passion ?

Kopi, Mas? 

“Udah mahal, bikin ribet lagi!”
Tiba tiba gue ngerasa jadi orang paling bodoh karena mesen kopi di dalam pesawat. Ngga ngebantu sama sekali dalam masalah perngantukan gue, bahkan sebenernya yang badan dan tenggorokan gue butuhin bukan kopi, tapi perkara mba mugari yang tiba tiba nyolek gue disaat gue lagi mimpi indah yang nota bene gue ngantuk super parah dan perlu tidur banget haru itu- jadinya gue randomly mesen kopi. Kira kira begini percakapan kami

Mba mugari : “pagi mas, kopi maaass” 

dengan suara cempreng dan gue sempet heran kenapa dia nawarin kopi ke gue kaya dia jualan kopi di alun alun. Sontak dong, gue yang lagi tidur ayam, kebangun dan reflek jawab :

“ah, boleh mba Kopi” jawab gue sambil setengah mata merem melek.

Jawaban itu keluar dibawah alam sadar gue, dan yang kayanya saat itu gue jauh banget ngayalnya, gue baru sadar ketika mba Mugari, ngasih kopi gue sambil bilang “kopinya jadi 20rb ya mas” sambil senyum polos ngeliat gue yang langsung setengah kaget muka nya

Gue dari ngantuk ngantuk ngablo tiba2 melek sadar “astaga! Gue naik air asia, kirain garuda!” Moment bengong berikutnya terjadi.
Dengan rasa berat hati tapi mau gimana lagi, gue ambil dompet dan uang 50 ribuan buat bayar kopi sialan harga 1000x lipat ini. – life must go on yakan. 

Setelah kopi ada didepqn muka gue, gue sadar. “Yatuhan, gue kan belum tidur seharian, dan barusan lagi enak enaknya bisa tidur di pesawat” Gimana ceritanya gue bisa tidur tapi ada kopi tanpa tutup gelas yang aman ada di depan gue. “Eek! Gue jadi gabisa tidur. Mata merem, tapi tangan insecure megangin kopi takut jatuh. 

“Yasalam, diminum engga, ngeribetin iya” 

Selamat jadi zombie di Bali, Bay! 
Sanur / 14 Okt 2017

Waktu

Hari ini kejadian lagi, mundurin jam meeting. Gue kadang suka ngga ngerti apa yang ada dipikiran mereka, orang yang suka mundurin atau bahkan ngebatalin meeting tiba tiba. Di otak gue cuma satu “Paham yang namanya menghargai waktu ngga sih?”

master-of-time

Menurut Kamus besar bahasa Indonesia (2009) menghargai adalah menghormati, mengindahkan, memandang penting (bermanfaat dan berguna). Seseorang akan menghormati atau mengindahkan seseorang (atau sesuatu) ketika memandang penting seseorang (atau sesuatu) itu. Waktu menurut kamus besar bahasa Indonesia (1997) adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan atau keadaan berada atau berlangsung.

Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa menghargai waktu adalah ketika seseorang dapat menggunakan waktu yang dimiliki untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat. Quality time atau waktu yang berkualitas merupakan refleksi dari berharganya setiap detik yang dilalui. Sejatinya, dalam kehidupan manusia memang tidak ada waktu yang tidak berkualitas karena waktu merupakan sesuatu yang berharga untuk dimanfaatkan dalam kehidupan manusia.

Nah, lanjut di kekesalan gue hari ini *mendadak murka dan bad mood seharian*. Jadi, ketika lo seenaknya mundurin kemudian ngebatalin atau nge-reschedule janji meeting secara mendadak, it’s a big NONO buat gue, cerminan dari sikap tidak menghargai waktu, tidak menghargai orang lain. Intinya, di umur yang baru mau masuk 30 th, gue mulai ngerasa benar adanya pepatah bilang “waktu lebih berharga daripada uang”. Waktu adalah sesuatu yang terus berjalan, selalu menuju ke masa depan dan meninggalkan masa lalu. Bahkan pada saat semua makhluk hidup berhenti melakukan aktivitas apapun waktu akan tetap berjalan sebagaimana mestinya, tidak semakin cepat ataupun semakin lambat. Waktu adalah guru yang terbaik bagi setiap pembelajaran. Oleh sebab itu, memanfaatkan waktu merupakan sesuatu yang sangat bijaksana dalam menjalani kehidupan. Karena kalimat “menghabiskan waktu” adalah pekerjaan mudah dan seringkali kita lakuin, tapi yang susah adalah, bagaimana lo “menginvestasikan waktu.” Disaat kita lagi ngga punya apa apa, ngga punya rumah, pacar, uang, baju baru, sepatu  baru, kerjaan baru dan ngga punya lainnya, satu hal yang selalu kita punya, Waktu.

Jadi, apa lo sudah menginvestasikan waktu lo dengan baik dan bijak?

Kamis, 12 Oktober 2017 / Dikantor