Pay Attention.

Seperti namanya, dalam Bahasa inggris.

Pay Attention.

Membayar Perhatian.

Karena untuk sebuah perhatian, perlu uang, sekarang.

Mereka dengan mobil mewah, duduk di sebuah café dengan tawa penuh kepalsuan.

Mata nya yang kosong, seperti berbicara bosan tapi penuh pura pura.

Bibirnya gatal, mengomentari meja sebelah.

Bunyi piring dan sendok yang beradu, kalah dengan cerita seru yang saling mengadu.

Bukan saja mengadu domba, mungkin saja sedang mengadu doa.

Semua dibeli untuk perhatian, sekedar dilihat dan jadi pembicaraan.

Begitu penting untuk sebuah Pay Attention, ya?

Sesampainya dirumah, mereka sibuk mengeluh dan bebersih topeng nya.

Mengembalikan bentuk bibir yang melebar karena seharian dipaksakan tersenyum.

Atas nama karir dan hubungan baik, mereka berpura pura pada orang lain dan diri sendiri.

Kasihan atau Kasih Kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s