Waktu

Hari ini kejadian lagi, mundurin jam meeting. Gue kadang suka ngga ngerti apa yang ada dipikiran mereka, orang yang suka mundurin atau bahkan ngebatalin meeting tiba tiba. Di otak gue cuma satu “Paham yang namanya menghargai waktu ngga sih?”

master-of-time

Menurut Kamus besar bahasa Indonesia (2009) menghargai adalah menghormati, mengindahkan, memandang penting (bermanfaat dan berguna). Seseorang akan menghormati atau mengindahkan seseorang (atau sesuatu) ketika memandang penting seseorang (atau sesuatu) itu. Waktu menurut kamus besar bahasa Indonesia (1997) adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan atau keadaan berada atau berlangsung.

Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa menghargai waktu adalah ketika seseorang dapat menggunakan waktu yang dimiliki untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat. Quality time atau waktu yang berkualitas merupakan refleksi dari berharganya setiap detik yang dilalui. Sejatinya, dalam kehidupan manusia memang tidak ada waktu yang tidak berkualitas karena waktu merupakan sesuatu yang berharga untuk dimanfaatkan dalam kehidupan manusia.

Nah, lanjut di kekesalan gue hari ini *mendadak murka dan bad mood seharian*. Jadi, ketika lo seenaknya mundurin kemudian ngebatalin atau nge-reschedule janji meeting secara mendadak, it’s a big NONO buat gue, cerminan dari sikap tidak menghargai waktu, tidak menghargai orang lain. Intinya, di umur yang baru mau masuk 30 th, gue mulai ngerasa benar adanya pepatah bilang “waktu lebih berharga daripada uang”. Waktu adalah sesuatu yang terus berjalan, selalu menuju ke masa depan dan meninggalkan masa lalu. Bahkan pada saat semua makhluk hidup berhenti melakukan aktivitas apapun waktu akan tetap berjalan sebagaimana mestinya, tidak semakin cepat ataupun semakin lambat. Waktu adalah guru yang terbaik bagi setiap pembelajaran. Oleh sebab itu, memanfaatkan waktu merupakan sesuatu yang sangat bijaksana dalam menjalani kehidupan. Karena kalimat “menghabiskan waktu” adalah pekerjaan mudah dan seringkali kita lakuin, tapi yang susah adalah, bagaimana lo “menginvestasikan waktu.” Disaat kita lagi ngga punya apa apa, ngga punya rumah, pacar, uang, baju baru, sepatu  baru, kerjaan baru dan ngga punya lainnya, satu hal yang selalu kita punya, Waktu.

Jadi, apa lo sudah menginvestasikan waktu lo dengan baik dan bijak?

Kamis, 12 Oktober 2017 / Dikantor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s