KREATIF Part I – Apa itu Kreatif

“If we adopt the same collaborative mindset and practices that got to the moon and back, and that built the International Space Station, we can alleviate poverty–and do much more.”
― Astronaut Ron Garan 

Ya, buat kamu yang belum tahu, industri kreatif itu punya banyak subsektor. Ada periklanan, arsitektur, penerbitan dan percetakan, TV dan radio, pasar barang seni, musik, kerajinan, fashion, kuliner, riset dan pengembangan, aplikasi dan software, desain, permainan interaktif (game), seni pertunjukan, serta video, film, dan fotografi.

Capek juga ngetiknya. Banyak lohh ternyata, ada lima belas. Dan subsektor-subsektor ini saling terhubung.

Anto Motulz, seorang creative director yang udah punya segudang pengalaman di berbagai bidang kreatif, pernah menulis suatu blog post berjudul Rahasia Ekonomi Kreatif yaitu Berani Berkolaborasi. Di tulisannya, Motulz bilang kalau di Indonesia, masih banyak pekerja kreatif yang belum berani berkolaborasi, dalam arti mengerjakan satu proyek–yang seharusnya adalah proyek kolaboratif–sendiri. Ini kata Motulz:

“…saya masih sering menjumpai seorang animator yang untuk membuat karakter tokoh, konsep visual, art directing, bahkan sampai penulisan cerita pun.. harus dia yang mengerjakan. Alasannya? Karena dia yang merasa paling paham konsep di balik animasi yang akan dibuatnya.”

Nah sebelum lebih jauh bahas tentang issue yang sekarang memang sedang jadi sorotan, yaitu tentang Kolaborasi, saya mau coba jelaskan beberapa hal, pendapat atau fakta yang bisa menggambarkan sedikit tentang APA ITU KREATIF ? sebelum nantinya di postingan selanjutnya, saya mencoba lagi membahas tentang APA ITU KARYA KREATIF, SIAPA ITU PEKERJA KREATIF, GIMANA CARA BERFIKIR KREATIF sampai JAM KERJA ANAK KREATIF, menurut pandangan saya. Tertarik?

Kita mulai dulu dari Apa itu Kreatif?

Creative Mind

Apa itu Kreatif?

Kata “Kreatif” merupakan kata yang berasal dari bahasa Inggris To Create, yang merupakan singkatan dari : Combine (menggabungkan)–penggabungan suatu hal dengan hal lain; Reverse (membalik)–membalikan beberapa bagian atau proses; Eliminate (menghilangkan)–menghilangkan beberapa bagian; Alternatif (kemungkinan)–menggunakan cara, dengan yang lain.; Twist (memutar)–memutarkan sesuatu dengan ikatan; Elaborate (memerinci)–memerinci atau menambah sesuatu. #azeekkyahh

Ketika kamu mendengar kata kreatif atau kreativitas, apa yang tergambar atau terbayang dalam benak kamu? Sebagian dari kita mungkin membayangkan para seniman. Tapi, pada kenyataannya kreatif dan kreativitas jauh lebih baik dan luas dari yang kita bayangkan.
Kreatif berarti mempunyai kreativitas, yakni kemampuan untuk menciptakan sesuatu. Hal itu yang membedakan manusia dengan makhluk Tuhan lainnya. Kreativitas merupakan naluri yang terdapat sejak lahir. Olehnya itu, setiap manusia pada dasarnya juga kreatif. Namun, hanya diperlukan suatu usaha manusia tersebut dalam mengembangkan kreativitasnya. Jangan pernah terucap di lisan ataupun terlintas di pikiran kamu “Gue kan ngga kreatif”.NEVER. 
Kalau kamu googling, dan ketik “apa itu kreatif” pasti dijamin banyak banget penjelasan dari berbagai orang tentang pengertian Kreatif itu sendiri, tapi menurut saya. Kreatif itu adalah ini :

“kreatif adalah orang yang dapat berpikir secara sintesis, artinya dapat melihat hubungan-hubungan dimana orang lain tidak mampu melihatnya – yang mempunyai kemampuan untuk menganalisis ide-idenya sendiri serta mengevaluasi nilai ataupun kualitas karya pribadinya – mampu menterjemahkan teori dan hal hal yang abstrak ke dalam ide praktis – juga berfikir dalam menyelesaikan masalah. Kreativitas adalah kemampuan orang untuk membuat perbedaan. Kemampuan untuk Berani, berani mencoba, dan berani salah. “

Teman-teman saya sering bilang “lo kan kreatif, Bay – gue mah engga” – dan kalimat itu lama lama menjadi momok yang menyebalkan, ketika situasinya sudah tidak lagi kondusif dan diluar konteks. #apasih ; Yaa Misalnya pada saat acara ulang tahun sahabat, karena semua teman teman saya tidak punya ide untuk membuat acara surprise, semua mata tertuju ke saya (ngga punya ide sama males mikir beda tipis sih ya) – kemudian mengatakan : “Ngapain nih? ide dong Bay, lo kreatif” – Ada lagi “Baju gue bolong kena rokok, diapain ya Bay, lo kan kreatif” – “Ngga ada talenan di apartment gue, pake apa ajalah buat jadi alas motong sayur nya, lo kan kreatif Bay” dan situasi absurd lainnya.

Sudah hampir 9 tahun saya bekerja di Industri yang menuntut saya menggunakan naluri, insting atau sifat Kreatif untuk membantu pekerjaan saya, mulai dari membuat konsep, membuat script, editing video, bahkan sampai memilih gambar, audio dan yang terpenting adalah ketika menghadapi permasalahan dalam bekerja, problem solving. Problem Solving dalam pekerjaan adalah salah satu contoh kasus besar yang memerlukan kreatifitas tingkat tinggi, menurut saya. Saya mau banget bahas beberapa kasus problem solving selama saya bekerja di Industri, kalian juga boleh ikut bercerita kok.

Banyak hal yang membuat saya sampai hari ini “betah” bekerja di Industri Media. Awalnya, saya kira ini semata mata hanya karena skill yang saya miliki, sampai saya mulai menyadari, ini Passion saya.

Pernah dengar kalimat “bekerja senikmat bernafas” ? – kira kira begitu penggambaran asiknya berproses kreatif. Let’s start think in a creative way.

Selamat hari Minggu 🙂

see you on the next post KREATIF Part II – Bekerja karena hobi yang dibayar atau Passion ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s