Thank you 30, welcome 31 part I

2017-12-19 23:57:39.348

Sekarang dikamar sudah menunjukan pukul 3 pagi, belakangan ini tidur larut hampir jadi kebiasaan tiap hari. Sehabis nonton film Pirates Of Somalia di salah satu website streaming terkemuka dan kirim email materi TVC ke klien, gue masih belum ngantuk juga, jadilah gue buka website ini dan merencanakan untuk nulis. Gue ngga tau apa yang bikin gue susah tidur akhir-akhir ini, apa karena pekerjaan, kehidupan pribadi, keuangan (#ehgimana #curcol) atau karena pikiran yang selalu lalu lalang di kepala dan memaksa gue untuk terus memikirkan sesuatu yang ngga semestinya gue pikirin di malam hari atau terlampau serius padahal yang dipikirin pun belum tentu mikirin. #kusut

2017-12-20 03:56:12.431

Pencapaian. Ini satu kata yang menjadi momok besar dalam hidup gue menjelang meninggalkan usia 30. Berat rasanya, atau lebih tepatnya SAKRAL. Gue bersyukur terlahir menjadi manusia yang susah puas. Bukan cuma dalam hal pekerjaan atau kurang puas jatah makan all you can eat di salah satu restaurant yang makan nya dikasih waktu, tapi sama diri sendiri pun masih susah banget kompromi untuk merasa puas. Pencapaian buat gue definisi nya luas dan banyak banget. Sebagai anak sulung laki laki di keluarga, wajib hukum nya punya pencapaian untuk di raih semata mata bukan cuma bikin hidup elo bermakna untuk orang lain tapi juga untuk diri elo sendiri tentunya.

Keberhasilan bukan apa yang sudah kita raih dibandingin dengan apa yang sudah orang lain raih. Tapi apa yang sudah kita raih dibandingan dengan apa lagi yang seharusnya masih bisa kita raih. Dalam hidup ini, kita bukan berkompetisi dengan orang lain kok tapi justru ujung ujungnya kita berkompetisi sama diri sendiri. Ohiya benar juga kalau ada yang bilang gini :

“Yee begok lo Bay, kita perlu lah berkompetisi sama orang lain supaya kita tau tolak ukur diri sendiri” atau 

“Namanya kompetisi ya mesti ada lawan nya lah, kalau sendiri mah namanya solo karir keleus..” 

Tapi maksut gue disini adalah, Pertandingan yang sesungguhnya dimulai ketika elo berusaha mengalahkan rekor pencapaian elo yang sekarang dengan rekor rekor baru yang seharusnya bisa elo kejar. Ketika di sangkutpautkan dengan yang namanya Pencapaian, disitu elo sedang berkompetisi sama diri sendiri. Elo yang tau titik “kemenangan” elo, karena elo juga yang buat standart untuk diri sendiri. #yakan?. Ini sedikit curhat beberapa ukuran pencapaian yang gue pikirin menjelang umur 31 dan dadah dadah sama umur 30.

  • Pencapaian yang bikin diri gue lebih baik.

Menjadi lebih baik menunjukan bahwa ada peningkatan dan kemajuan dalam hidup gue. Keadaan statis atau stagnan adalah keadaan terburuk dalam kehidupan, menurut gue yaa. Contohnya (agak banyak nih.. gapapa deh gue jelasin satu satu yaa.. ) Kerjaan yang gitu gitu aja, weekend di kostan nonton Netflix sambil pesen makan dari Go Food dan kejadian ini berlangsung selama 2 kali weekend berturut turut, pergi ke Mall itu itu lagi dan yang dilakuin cuma PPD aka Pegang Pegang Doang (ini sih bokek namanya yaa), Dengerin musik dan playlist yang itu itu lagi, nongkrong yang diobrolin hal yang sama dan ga ada perkembangan, bisnis yang mandek ditengah jalan, pertemanan yang nge gosipin hal yang sama selama berbulan bulan, muka yang gini gini aja padahal udah pake skincare segala rupa (part ini lebih ke muka stabil yang gabisa berubah sih ya, yaudalaya) Dan banyak hal lain yang berasa basi, gitu gitu aja, gini gini amat, gitu mulu.. you name it lah. Dan ini yang selalu gue pikirin tiap hari, mikirin gimana caranya supaya sebisa mungkin gue selalu punya cerita baru atau ilmu baru yang bisa gue dapetin, dari mana aja. Apapun itu.

  • Pencapaian yang mengembangkan potensi dan skill.

Tanpa gue sadarin, ketika gue sedang berusaha untuk meraih sesuatu biasanya pencapaian tersebut diikuti oleh pengembangan potensi & skill. Ini jelas banget, hal yang selalu gue pikirin, rencanain, jalanin dan mikirin lagi setelahnya setiap hari dikantor. Di usia gue yang 30 tahun ini, alhamdulillah pekerjaan bisa dibilang membanggakan, setidaknya buat diri gue sendiri. Sedikit cerita, waktu pertama kali gue kerja jadi assistant producer tahun 2008, gue pernah nulis notes yang isinya mimpi dan prediksi 5 tahun kedepan gue mau jadi apa. Disitu gue nulis, “Jadi Supervisor di umur 30 Tahun” (Cetek atau tinggi ya cita cita gue ini?)

Sebenernya masih banyak yang mau gue tulis disini, tapi ternyata si ngantuk dateng juga. Hampir jam 4 subuh, susu hangat berhasil bikin pikiran dan mata lemes setelah tentunya pakai printilan skincare malam yang rutin gue jalanin 4 tahun belakangan. Yaa walaupun hasilnya tetep gini gini aja muka gue, namanya usaha..

Lanjut di postingan berikutnya ya.. untuk nulis tentang Pencapaian berikutnya dan kesimpulan singkat versi gue menjalani hidup selama 3o tahun. Hal pertama yang harus gue lakuin adalah dengan bersykur karena masih dikasih kesempatan hidup sampai hari ini.

Selamat tidur 😮

2017-12-20 03:55:29.818

2 thoughts on “Thank you 30, welcome 31 part I

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s