Gelas Kopi dan Sendok Besi

a_small_cup_of_coffeeSesampainya dikamar ini,

Aku merasakan dinding bisu yang tak tahan ingin memeluk ku.

Aku hanya melihat selimut coklat, terlipat seperti tumpukan buku yang penuh dengan  peluh cerita hidupku.

Aku melewati setumpukan gelas kotor yang berdiri rapih seolah siap menopangku, apabila aku pingsan.

Dan aku mendengar, suara keributan hebat kami yang terekam rapih di dalam kotak sepatu.

Segelas kopi hitam dengan motif bunga yang bisa menenangkan ku tanpa berbicara apapun.

Dan suara sendok besi yang menjadi irama bergesekan dengan gelas berhasil menghiburku.

Tuhan menciptakan kopi, untuk orang seperti kami.

Bukan untuk yang tidak bisa tidur, tetapi justru yang ingin berdamai dalam tidur, dan kembali bermimpi.

Karena dalam mimpi, aku bisa menemukan kamar ini sebagai tempat yang paling nyaman di bumi.

 

Selamat lembur ūüôā

Advertisements

Musim Hujan!

Akhirnya, musim hujan datang juga! Musim yang lebih banyak ngga suka nya, dibanding suka nya, menurut gue. Cuma satu yang gue suka dari musim hujan, Jakarta jadi ngga panas, awan dan udaranya bikin malas malas syahdu dan enak banget buat nemenin bobok siang. Sebagai anak kost yang setiap hari kekantor masih pakai teknologi transportasi online, aka Ojek Online. Biaya transportasi sekali jalan naik motor diluar musim hujan yang biasanya 6k harus nambah jadi 25k karena harus naik mobil, bukan motor lagi. Lumayan kan? Ya dong! Selain itu, kesulitan dapet driver juga jadi momok yang menyebalkan. Walau bukan sama jam kerja jadi taruhan nya, cuma bosen aja nunggu nya kelamaan.

Masalah paling besar adalah, cucian lama banget kering nya! Ini masalah utama sih, dua hari ini se-ember cucian kotor ngga selesai juga. Tenang aja, gue ngga nyuci baju sendiri kok, ada fasilitas kost yang nyuciin baju dan celana – yang gue maksud cucian disini ngga kering itu, my underwear and socks. Yap! Kali deh, underwear gue dicuciin sama orang lain, takut di santet.

Jadi, singkat cerita sampai hari ini, gegara hujan yang kadang turun di Pagi, Siang bahkan Malam, ngerusak semua jadwal cuci cuci gue,  matahari juga jadi males banget nunjukin sinarnya. kesel kan? Gue bikinin puisi dikit deh soal ini ;

“Mereka yang sedih, bisa jadi bahagia karena mu. Mereka yang bahagia bisa sedih karena mu. Alam seolah bekerja sama dengan hati yang merana, Maka kuyakini engkau sebagai takdir; tempat segala desir mengalir– hingga pemberhentian terakhir”

 

 

 

 

 

 

Sarapan Kami

Pagi ini,
Bangun tidur yang menyenangkan, ketika tahu masih ada dia yang tidur disamping saya.
Ketika mereka semua sibuk dengan memikirkan apa yang mereka kenakan untuk kerja.
Saya sibuk bersyukur.
Ketika mereka sibuk bertengkar dengan macetnya jalanan,
Saya sibuk sarapan dengan tubuh yang saling melekat.
Ketika mereka saling bersahutan dengan klakson di perapatan,
Saya menikmati sahutan lidah yang tetiba sampai di bawah pinggang.

Kami, iya kami.
Ritual setiap pagi, sebagai pengganti roti dan kopi diantara kami.

Pay Attention.

Seperti namanya, dalam Bahasa inggris.

Pay Attention.

Membayar Perhatian.

Karena untuk sebuah perhatian, perlu uang, sekarang.

Mereka dengan mobil mewah, duduk di sebuah café dengan tawa penuh kepalsuan.

Mata nya yang kosong, seperti berbicara bosan tapi penuh pura pura.

Bibirnya gatal, mengomentari meja sebelah.

Bunyi piring dan sendok yang beradu, kalah dengan cerita seru yang saling mengadu.

Bukan saja mengadu domba, mungkin saja sedang mengadu doa.

Semua dibeli untuk perhatian, sekedar dilihat dan jadi pembicaraan.

Begitu penting untuk sebuah Pay Attention, ya?

Sesampainya dirumah, mereka sibuk mengeluh dan bebersih topeng nya.

Mengembalikan bentuk bibir yang melebar karena seharian dipaksakan tersenyum.

Atas nama karir dan hubungan baik, mereka berpura pura pada orang lain dan diri sendiri.

Kasihan atau Kasih Kan?

Mata Kuliah Kantor

Beberapa bulan terakhir ini, hidup sering ngasih gue kejutan. Bukan kejutan yang bikin gue seneng, tapi kejutan yang lumayan ngga ngenakin, ya namanya juga kejutan ya. Kadang enak, kadang ngga enak juga.

Beberapa tahun ini, banyak yang bilang kalau kerja di dunia kreatif itu seru, oh iya seru banget. Bisa kerja dimana aja, kerja santai, yang penting rajin berkhayal, rajin explore sesuatu yang beda, dan tentunya rajin juga banyak main supaya dapet referensi yang banyak tentang apapun yang ngebantu banget di kerjaan.

 

 

 

Mengasihi Kasian

Siang hari, kesedihan seperti tidak pernah ada didekat saya.

Tetapi malam hari, kesedihan datang dengan sapaan lembut, seperti pengamen tua dengan kecrekan ditangan, membagi senyum dengan harapan sebuah koin uang.

Setiap pagi, dia selalu mencium kening saya sebelum pergi,

Hangat, sayang, penuh kasih. Itu rasa yang saya rasakan sejak dulu, yang sekarang cuma jadi kenangan.

Kehangatan sepuluh detik, kini terasa kosong dan hampa.
Di Radio, aku tau ada seseorang yang mencoba mengusir mimpi buruk saya malam tadi.
Dengan dua mata yang terpejam, aku mulai merasakan sedikit kehangatan baru.
Seperti membelai dan mengusap dahi keningku, juga telingaku.
Sore, matahari mulai menunjukan kesedihan nya kepadaku.
Dengan warna sendu, seolah berkata kemana rindu mu?
Kaca toilet, kembali menyapa ku. Kasihan ya kamu.
Layar telepon genggam kebanyakan diam, lebih berisik telepon dimeja.
Aku ingat dia, dia juga ingat – dia versi yang lain.
Apabila nanti memang ingin pergi, pergi lah seperti layar handphone yang memberitahu apabila baterai nya sudah mulai melemah,
seperti ada pemberitahuan sejenak untuk aku persiapkan baterai baru atau mengisi kekosongan hati ini.

Another Chance?

you look at me and cry, everything hurts
i hold you and whisper, but everything can’t heal

can i ask you something before it’s end?
Your tounge is made of ?

You’re a good storyteller,¬†
building a good character to save your pleasure
but you’ve forgot put my name in it, as a writer.

Life has give you a chance
Heart give you a sense to choose
When your Head full of pleasure and curious
Betraying is your choice.

Please stop searching why, 
Now we all know
Who will stay or leave.
Don’t ask me why

Pain teach me how to survive
how to be strong, how to tolerate
to be love and being loved

Trust teach me how to love my self
What to believe, my head or my heart sound
or not anymore..

Tell me, what am i supposed to do with us
I don’t have any trust
You just only have lust
But you don’t have any guts
no, no more just
everything has changes to the dust.

“You’ve touched me without even touching me. F”